Tata Cara Berdoa Agar Dikabulkan dan Diijabah oleh Allah SWT

Doa adalah bentuk ibadah umat islam kepada Allah SWT dan setiap umat islam yang berdoa pasti juga berharap agar doa-doanya dikabulkan dan diijabah oleh Allah SWT karena umat islam percaya bahwa sesungguhnya Allah SWT maha mengabulkan atas doa-doa hambanya seperti yang tercantum  dalam Al-Quran sebagai berikut "Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu."   (QS Al-Mu'minĂ»n ; 60 )

Agar doa-doa yang kita panjatkan dikabulkan dan diijabah oleh Allah SWT, maka sebaiknya memperhatikan adab atau tata cara berdoa agar diijabah dikabulkan Allah Ta'ala.

Berikut adab atau tata cara dalam berdoa sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

1. Pilihlah waktu-waktu yang mulia dan mustajab ketika hendak berdo’a. Waktu-waktu yang mustajab ketika berdoa adalah sebagai berikut:
  • Hari jum’at. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at lalu beliau bersabda, "Padanya ada suatu saat yang tidaklah seorang hamba muslim berdiri menegakkan shalat dia berdoa kepada Allah Ta’ala meminta sesuatu kecuali Allah akan memberikannya padanya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengisyaratkan (waktu tersebut) dengan tangannya yang menunjukkan waktunya sedikit.
  • Waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.  Rasulullah saw. bersabda: “Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta-Ku, Aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti Aku ampuni.” (H.r. Muslim)
  • Saat bersujud. Rasulullah saw. bersabda: "Dan adapun ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah kalian berdoa, niscaya akan diijabahi doa kalian."
  • Pada saat Adzan. Rasulullah saw. bersabda: "Ketika seorang muadzin mengumandangkan adzan, maka pintu-pintu langit dibuka, dan doa diistijabah."
  • Waktu antara Adzan dan Iqamat. Rasulullah saw. bersabda: "Doa antara adzan dan iqamat mustajab, maka berdoalah."
  • Pada saat Bepergian atau Musafir. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, "Ada tiga doa mustajabah yang tidak diragukan lagi padanya, (yakni) doa orang yang dizhalimi, doa orang yang musafir dan doa orang tua untuk kebaikan anaknya.(HR Abu Daud, At-Tirmidzy dan lbnu Majah) .
 
2. Menghadap kiblat dan mengadahkan tangannya ketika berdo’a. Sebagaimana diriwayatkan Dari Salman radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (H.r. Abu Daud & Turmudzi dan beliau hasankan)

3. Mengawali Doanya Dengan Dzikrullah (menyebut nama Allah) dan  bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sabda Rasulullah saw,"Apabila kalian meminta kepada Allah azza wa jalla suatu keperluan maka mulailah dengan shalawat atasku… (HR. Abu Thalib al Makkiy).

4. Merendahkan suara dan tidak bersajak berlebih-lebihan. Aisyah mengatakan tentang firman Allah swt “Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (QS. Al Israa : 110)

5. Berdoa dengan tunduk, khusyu, penuh harap dan rasa takut. Sebagaimana firman Allah SWT. Yang artinya “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (QS. Al Anbiya : 90)

6. Mengulangi do’a hingga tiga kali. Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa Nabi SAW. apabila berdoa maka dia berdoa hingga tiga kali dan apabila dia meminta maka dia meminta hingga tiga kali.” (HR. Muslim)

7. Meyakini dengan kuat bahwa doa yang disampaikan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW,”Berdoalah kepada Allah dan anda meyakini akan pengabulannya. Ketahuilah bahwa Allah azza wa jalla tidaklah mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Ahmad, Thabrani)

8. Memperbanyak taubat dan memohon ampun kepada Allah SWT, karena Diantara amal yang sangat dicintai Allah adalah memperbanyak taubat dan istighfar. Sabda Rasulullah SAW, “Tidak ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi ibadah yang Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribadah kepada-Ku dengan amalan sunnah, sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka …jika dia meminta-Ku, pasti Aku berikan dan jika minta perlindungan kepada-KU, pasti Aku lindungi…” (H.r. Bukhari)

Demikian adab atau tata cara dalam berdoa, semoga doa-doa yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah SWT dan menjadi bagian dari ibadah kita kepada Nya. aamiin ya rabbal alamin.